Kemenag Pinrang Tegaskan Integritas Kepala Madrasah di PKKM 2025 Lero

Kemenag Pinrang Tegaskan Integritas Kepala Madrasah di PKKM 2025 Lero

SUARATA || LERO, PINRANG — Kemenag Pinrang melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun Anggaran 2025 di Lero, Kamis (4/12/2025), dengan fokus utama pada evaluasi tata kelola dan penggunaan dana BOP/BOS. Kegiatan ini menilai empat satuan pendidikan dari jenjang RA hingga MA.

Pelaksanaan PKKM 2025 di wilayah Lero dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI Lero. Empat lembaga pendidikan yang masuk penilaian yaitu RA DDI Ujung Lero, MI DDI Ujung Lero, MTs DDI Ujung Lero, dan MA Biharul Ulum Ma’arif Lero.

Monitoring ini merupakan bagian dari rangkaian PKKM Kabupaten Pinrang yang melibatkan lebih dari 60 madrasah dari berbagai jenjang. Kegiatan dilaksanakan untuk memastikan kualitas kepemimpinan dan tata kelola madrasah selaras dengan standar pendidikan Kementerian Agama.

Pada kegiatan ini, Kemenag Pinrang memberi perhatian khusus terhadap aspek pengelolaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penilaian meliputi kesesuaian anggaran dengan juknis, tingkat transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pemanfaatannya dalam mendukung mutu layanan pendidikan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Pinrang, Dr. H. Muhammad Idris Usman, bersama Kasi Pendidikan Madrasah Drs. Ramli Alias, Ketua Pokjawas Dr. Muhammad Rusni H., serta tim pengawas madrasah.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag menegaskan bahwa PKKM bukan sekadar pemeriksaan administrasi, tetapi juga penilaian integritas kepala madrasah dalam mengelola program dan anggaran.

“PKKM adalah cermin kualitas kepemimpinan. Jika kepala madrasah kuat, maka seluruh ekosistem pendidikan akan bergerak maju,” tegasnya.

Selain itu, Kakan Kemenag juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun karakter generasi muda.

“Menjadi guru adalah tugas yang sangat mulia karena ia adalah pewaris para Nabi dan Rasul. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, memotivasi, serta menanamkan akhlak melalui keteladanan. Nilai-nilai kebaikan harus terus diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. Ramli Alias, menyatakan bahwa hasil evaluasi BOP/BOS akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan berikutnya. Menurutnya, perbedaan kondisi antar madrasah menuntut data PKKM yang akurat agar pembinaan tepat sasaran.

Ketua Pokjawas, Dr. Muhammad Rusni H., menambahkan bahwa rekomendasi PKKM akan ditindaklanjuti melalui rencana kerja yang terukur. Ia memastikan bahwa proses pengawasan berlanjut hingga hasilnya berdampak nyata pada tata kelola madrasah.

Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif Lero, Arifuddin, mengapresiasi proses PKKM yang dinilai sangat membantu madrasah dalam memperbaiki manajemen internal. Ia menyebut bahwa pendampingan dari tim PKKM memperjelas penyusunan prioritas program, penguatan pengelolaan anggaran, hingga digitalisasi layanan madrasah.

Rangkaian monitoring di Lero berlangsung lancar dan menghasilkan sejumlah catatan yang siap ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga.

PKKM 2025 di Lero menjadi momentum penting dalam meningkatkan integritas kepemimpinan serta memperkuat pengawasan keuangan di lingkungan madrasah.

Dengan evaluasi menyeluruh, termasuk penggunaan dana BOP/BOS, Kemenag Pinrang menargetkan seluruh madrasah mampu menerapkan tata kelola profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Bagikan: