Operasi SAR Pantai Lumpue: Sinergi TNI AL, Basarnas, dan Polri Cari Pelajar Tenggelam

Operasi SAR Pantai Lumpue: Sinergi TNI AL, Basarnas, dan Polri Cari Pelajar Tenggelam

SUARATA, PAREPARE – Personel Pos TNI AL Pinrang terlibat aktif dalam Operasi SAR pencarian seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Pantai Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (11/1/2026). Operasi ini melibatkan Basarnas serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait guna menemukan korban yang hilang sejak Sabtu siang.

Operasi SAR dilaksanakan sejak pukul 07.30 WITA dengan pusat komando di Posko SAR Pantai Lumpue, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Korban diketahui bernama Muhammad Ikmar (17), seorang pelajar SMKN 1 Parepare yang berdomisili di Jalan Puang Cara, Kelurahan Tiro Sompe.

Berdasarkan kronologi, pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 13.15 WITA, korban bersama sejumlah temannya berenang di Pantai Lumpue. Namun akibat ombak laut yang cukup kencang, korban terseret arus dan tenggelam. Sementara teman-temannya berhasil kembali ke bibir pantai, korban tidak muncul ke permukaan.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak hari kejadian, namun hingga Minggu siang korban belum ditemukan.

Dalam operasi ini, Pos TNI AL Pinrang mengerahkan delapan personel, satu unit perahu karet, serta drone udara untuk membantu penyisiran area laut yang sulit dijangkau secara visual dari permukaan.

Penggunaan drone dinilai sangat membantu tim SAR dalam menentukan titik koordinat potensial pencarian, terutama di tengah tantangan arus laut dan kondisi cuaca yang berubah-ubah di perairan Pantai Lumpue.

Personel Posal Pinrang juga terlibat langsung sebagai operator drone dan tim evakuasi laut bersama unsur SAR lainnya.

Operasi SAR ini melibatkan total puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI AD, Polri (Brimob, Polres, dan Polair), Basarnas, BPBD, Damkar, Tagana, organisasi relawan, hingga masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat turut hadir di lokasi, termasuk Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, Danpos TNI AL Pinrang Letda Laut (P) Walno, perwakilan Brimob, Polairud, Basarnas, BPBD, Damkar, Tagana, ORARI, serta Lurah Lumpue.

Kehadiran Wali Kota Parepare di Posko SAR pada pukul 08.00 WITA dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril kepada tim SAR gabungan dan keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian korban masih terus berlangsung dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor. Faktor cuaca dan kuatnya arus laut di Pantai Lumpue menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Sinergitas antarinstansi dinilai berjalan baik, namun ke depan diperlukan peningkatan komunikasi radio antar SRU agar pergerakan tim di laut dapat dipantau secara real-time dari Posko Darat. (***)

Bagikan: