MIS DDI Teppo Gelar Bagi Takjil dan Bukber, 140 Siswa Pererat Silaturahmi Ramadhan
Siswa-siswi MIS DDI Teppo menggelar pembagian takjil di beberapa titik dan buka puasa bersama di halaman madrasah, Jumat (13/3/2026), melibatkan sekitar 140 peserta guna mempererat silaturahmi dan menanamkan kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
SUARATA || Teppo, Pinrang — Siswa-siswi MIS DDI Teppo melaksanakan kegiatan pembagian takjil yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama (bukber) bagi warga sekitar. Kegiatan ini berlangsung di beberapa titik kumpul dan dipusatkan di halaman madrasah.

Puluhan siswa terlibat langsung dalam aksi berbagi tersebut dengan membagikan makanan ringan dan minuman segar yang disiapkan oleh guru serta orang tua siswa.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa.
Kepala Madrasah MIS DDI Teppo, Hasniah Tahir, S. Pd. I., M. Pd. I, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa berbuka puasa bersama dan mempererat tali silaturahmi dengan siswa, orang tua siswa dan para pendidik RA/MIS DDI Teppo,” ujarnya.
Sebanyak kurang lebih 140 siswa hadir dalam kegiatan ini, didampingi sejumlah orang tua siswa yang turut memeriahkan suasana kebersamaan.
Sebelum tausiah, MC Sunarti menyampaikan rangkaian kegiatan yang diisi dengan penampilan siswa, mulai dari qasidah rebbana, nasyid putra, shalawatan putri hingga dzikir bersama.
Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustaz Muh. Yunus Tahir yang membahas keutamaan bulan Ramadhan serta pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak.
Dalam tausiahnya, ia mengajak para orang tua untuk menyekolahkan anak di lembaga pendidikan berbasis agama agar memiliki pondasi kuat dalam menghadapi perkembangan zaman.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan sosial di lingkungan madrasah. (HSN)

