Penguatan Kapasitas Guru MAN Pinrang, Kakanwil Kemenag Sulsel: Bangun Madrasah dengan Persatuan dan Kesatuan

Penguatan Kapasitas Guru MAN Pinrang, Kakanwil Kemenag Sulsel: Bangun Madrasah dengan Persatuan dan Kesatuan

SUARATA || Paleteang, Pinrang — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang menggelar kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru yang berlangsung di ruang guru MAN Pinrang, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Demi Terciptanya Guru yang Adaptif, Inovatif, dan Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045.”

Workshop tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Pinrang Ramli Alias, Kepala MAN Pinrang Ansyar, perwakilan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Pinrang, serta para guru dan staf MAN Pinrang.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran pimpinan wilayah di Kabupaten Pinrang. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya sebatas proses mengajar, tetapi juga bagaimana seorang guru mampu menginspirasi peserta didik, termasuk melalui pemanfaatan teknologi.

Ia juga mengingatkan bahwa guru adalah ruhul mudarris atau ruh dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan MAN Pinrang dapat menjadi madrasah yang terus menginspirasi. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kakanwil dan Kabid Penmad atas dukungan dan bantuan renovasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)

Sementara itu, Kabid Penmad Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh gedung di MAN Pinrang akan mendapatkan perhatian dalam pengembangan ke depan. Ia menilai kunjungan Kakanwil dan jajaran membawa hikmah besar bagi kemajuan madrasah. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan dalam dunia pendidikan. Selain itu, peningkatan kompetensi berbasis karakter (KBC) menjadi penting, terutama dalam mengantisipasi persoalan perundungan (bullying).

Para guru juga didorong untuk meningkatkan penguasaan bahasa dan pedagogi, aktif mengikuti berbagai lomba, serta rutin menyelenggarakan workshop. Ia menambahkan bahwa semangat dan cahaya dari MAN Pinrang sangat diharapkan oleh pihak Kanwil sebagai bagian dari kemajuan pendidikan madrasah di Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyoroti berbagai aspek penting dalam penguatan kapasitas guru dan pengembangan madrasah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mencarikan solusi terbaik bagi kesejahteraan PPPK paruh waktu. Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan kapasitas guru di MAN Pinrang harus terus dilakukan, serta bantuan rehabilitasi melalui program PHTC merupakan rezeki yang patut disyukuri. Menurutnya, rasa syukur bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan memanfaatkan nikmat tersebut untuk kepentingan yang lebih luas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya bekerja dengan penuh keikhlasan, karena setiap yang diberikan Allah SWT akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Ia juga menekankan agar setiap individu tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, melainkan mengukur kemampuan berdasarkan potensi diri sendiri. Dalam konteks pendidikan, ia memperkenalkan konsep ekoteologi atau kurikulum cinta berbasis tauhidullah, dengan menjadikan isu-isu lingkungan sebagai pendekatan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia juga mendorong para guru untuk terus melanjutkan pendidikan guna meningkatkan kapasitas diri, serta menumbuhkan empati dengan saling membantu sesama. Menurutnya, potensi yang harus dikembangkan tidak hanya aspek fisik dan kompetensi, tetapi juga spiritualitas, etika, dan akhlak.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh elemen madrasah untuk membangun MAN Pinrang dengan penuh kebersamaan dan persatuan, menyatukan visi demi kemajuan madrasah yang lebih baik.

“Bangun madrasah dengan persatuan dan kesatuan. Semua harus memiliki visi yang sama agar madrasah ini terus berkembang dan seluruh warga di dalamnya memiliki kapasitas yang sejalan,” tegasnya.

Usai kegiatan workshop, Kakanwil Kemenag Sulsel bersama rombongan juga melakukan peninjauan terhadap progres pelaksanaan rehabilitasi gedung MAN Pinrang melalui program PHTC Kementerian Pekerjaan Umum yang telah berjalan beberapa waktu lalu. Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan madrasah guna menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru MAN Pinrang semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern serta mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Bagikan: