Tragedi Persalinan di Jalan, Dokkes Polda Sulbar Soroti Sistem

Tragedi Persalinan di Jalan, Dokkes Polda Sulbar Soroti Sistem

Seorang ibu bernama Ratna melahirkan di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan di Desa Kopeang, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2026), akibat keterbatasan akses layanan medis. Peristiwa ini terjadi karena minimnya sarana transportasi darurat dan belum optimalnya sistem layanan kesehatan di wilayah terpencil.

SUARATA, MAMUJU — Peristiwa haru sekaligus memprihatinkan terjadi di Desa Kopeang, Sulawesi Barat, saat seorang ibu bernama Ratna terpaksa melahirkan di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Kejadian ini menjadi sorotan serius terkait masih adanya kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil.

Insiden tersebut tidak hanya menggugah empati publik, tetapi juga membuka fakta bahwa sistem pelayanan kesehatan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Keterbatasan akses, minimnya transportasi darurat, serta lemahnya koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama terjadinya persalinan darurat di jalan.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sulbar, Kombes Pol dr. Effri Susanto, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Ia menilai pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektor.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sistem pelayanan kesehatan harus terintegrasi. Sinergi antar stakeholder mutlak diperlukan agar masyarakat, khususnya di daerah terpencil, mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” tegas Kombes Pol dr. Effri Susanto.

Ia menambahkan, peran Kedokteran Kepolisian (Dokkes Polri) sangat penting dalam menjangkau masyarakat yang sulit mengakses layanan medis. Dukungan tersebut mencakup pelayanan kesehatan lapangan, evakuasi medis, hingga respons cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan di tingkat desa dinilai menjadi langkah krusial. Penyediaan transportasi darurat, penguatan fasilitas kesehatan dasar, serta edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda persalinan berisiko harus terus ditingkatkan.

Upaya preventif tersebut diharapkan mampu meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang, khususnya di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.

Peristiwa yang dialami Ibu Ratna diharapkan menjadi titik balik dalam pembenahan sistem layanan kesehatan di Sulawesi Barat. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa tantangan pemerataan layanan kesehatan masih besar.

Diperlukan komitmen kuat dari seluruh pihak agar setiap warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang cepat, aman, dan manusiawi. Ke depan, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. (***)

Bagikan: