Duka di Pantai Palipi, Nelayan Majene Amrin Meninggal Mendadak Usai Bercakap dengan Rekan

Duka di Pantai Palipi, Nelayan Majene Amrin Meninggal Mendadak Usai Bercakap dengan Rekan

SUARATA, MAJENE — Suasana duka menyelimuti komunitas nelayan di Kabupaten Majene setelah seorang nelayan lansia berinisial Amrin (65), warga Lingkungan Pa’leo, Kelurahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, meninggal dunia secara mendadak di bibir Pantai Palipi, Desa Sendana, Kamis (30/4/2026) pukul 08.20 WITA. Korban diketahui tiba-tiba tersungkur jatuh di pasir pantai tak lama setelah berbincang dengan rekan sesama nelayan, tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan sejawatnya, rombongan nelayan termasuk Amrin bertolak melaut sejak pukul 05.00 WITA dini hari. Mereka baru tiba di kawasan perairan Pantai Palipi, Desa Sendana, sekitar pukul 08.00 WITA.

Sesampainya di lokasi, suasana awalnya terlihat normal. Amrin bahkan sempat singgah di pinggir pantai dan terlihat akrab berbincang-bincang dengan kawan-kawannya, tidak ada tanda-tanda keluhan kesehatan apa pun.

Sekitar 20 menit kemudian, saat salah satu rekannya sedang membersihkan perahu, Amrin kembali mendekat dan berbincang sejenak. Tanpa diduga, tubuhnya tiba-tiba lemas dan langsung tersungkur jatuh di hamparan pasir pantai.

Warga dan rekan nelayan yang menyaksikan kejadian tersebut langsung panik dan sigap memberikan pertolongan pertama. Korban sempat dibawa ke rumah Kepala Dusun Palipi sebelum segera dievakuasi ke Puskesmas Sendana I.

Upaya penyelamatan tersebut sayangnya tidak membuahkan hasil. Sesampainya di fasilitas kesehatan, petugas medis menyatakan Amrin telah meninggal dunia.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka luar pada tubuh korban. Kondisi korban saat tiba sudah meninggal dunia,” jelas dr. Suci Malinda, dokter jaga di Puskesmas Sendana I.

Kabar duka ini mengejutkan seluruh keluarga korban. Anak korban, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa almarhum Amrin dikenal sebagai sosok yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang diketahui keluarga.

Menerima kejadian ini sebagai musibah dan ketetapan Tuhan, keluarga memutuskan untuk tidak meminta dilakukan visum et repertum. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimandikan, dishalatkan, dan dimakamkan.

Sampai saat ini, dugaan sementara menyebutkan kematian mendadak Amrin kemungkinan besar dipicu oleh faktor kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba. Namun penyebab pasti secara medis belum dapat ditentukan mengingat keluarga tidak mengizinkan dilakukannya visum et repertum.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya angka kematian mendadak di kalangan nelayan yang sedang beraktivitas. Beban kerja berat, jam kerja tidak menentu, serta kondisi fisik yang terpapar cuaca ekstrem di laut menjadi faktor risiko yang kerap luput dari perhatian. (***)

Bagikan: