Bupati Sidrap Apresiasi Santri Berprestasi, Targetkan Kabupaten Jadi Pusat Tahfidz Nasional

Bupati Sidrap Apresiasi Santri Berprestasi, Targetkan Kabupaten Jadi Pusat Tahfidz Nasional

SUARATA, SIDRAP — Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Darul Islamiyah menggelar wisuda periode ke-4 di Lapangan Hamelli, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (30/4/2026), sebuah momentum yang sekaligus menjadi panggung pernyataan resmi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif untuk menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an di Indonesia.

Prosesi wisuda ini mencerminkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang kokoh, berakhlak, dan berdaya saing nasional.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Hadir dalam prosesi tersebut Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Ketua DPRD Arifin Damis, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sirajuddin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Syamsuddin, Camat Maritengngae Firman, serta Lurah Lautang Benteng A. Farahdiba.

Turut menyaksikan prosesi ini para orang tua dan santri wisudawan yang dengan penuh haru menyaksikan buah perjuangan anak-anak mereka dalam menghafal kitab suci Al-Qur’an.

Suasana Lapangan Hamelli pun menjadi saksi bisu lahirnya para penghafal Al-Qur’an baru yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan arah strategis pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an.

“Fokus utama kami adalah menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an di Indonesia,” tegas Syaharuddin Alrif di hadapan seluruh hadirin.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Hingga saat ini, Sidrap tercatat memiliki 189 Rumah Tahfidz dan Pondok Pesantren yang aktif beroperasi di seluruh penjuru wilayahnya — sebuah angka yang menggambarkan betapa suburnya gerakan hafalan Al-Qur’an di daerah ini.

Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat lembaga tahfidz di Sidrap bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari gotong royong yang mengakar kuat.

Ia menyebut sinergi antara dukungan Pemerintah Daerah, kontribusi para dermawan, serta semangat kebersamaan masyarakat — khususnya di tingkat desa dan kelurahan — sebagai kunci keberhasilan ekosistem pendidikan Qurani di Sidrap.

Kolaborasi tiga pilar inilah yang diyakini mampu mendorong Sidrap tampil sebagai model pengembangan pendidikan tahfidz yang layak direplikasi di level nasional.

Tidak berhenti pada capaian hafalan semata, Bupati Syaharuddin Alrif juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan moralitas santri sebagai fondasi yang tidak kalah penting dari kemampuan kognitif.

Ia berpesan langsung kepada para ustaz dan ustazah pembina pondok agar konsisten menanamkan nilai-nilai akhlak dalam setiap proses pendidikan.

“Berikan motivasi dan dorongan kepada para santri agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya penuh harap.

Sebagai bentuk apresiasi konkret, Bupati Syaharuddin Alrif secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para santri wisudawan yang berprestasi di akhir acara.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan capaian luar biasa mereka dalam menempuh perjalanan panjang menghafal Al-Qur’an.

Gestur ini sekaligus menjadi pesan kuat dari pemerintah daerah bahwa setiap perjuangan santri dalam menghafal kalam Ilahi mendapat pengakuan dan penghormatan yang setimpal.

Wisuda ke-4 Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Darul Islamiyah ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan penanda semakin kuatnya posisi Sidrap sebagai episentrum pendidikan tahfidz di kawasan timur Indonesia.

Dengan 189 lembaga tahfidz yang terus berkembang dan dukungan penuh pemerintah daerah, Sidrap berpotensi menjadi rujukan nasional dalam tata kelola pendidikan Al-Qur’an yang integratif — memadukan kecerdasan hafalan dengan kedalaman akhlak.

Langkah selanjutnya yang dinantikan adalah realisasi program-program konkret dari Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk memperkuat infrastruktur, pendanaan, dan kualitas SDM pengajar di seluruh lembaga tahfidz yang ada. (***)

Bagikan: