Suara Muda untuk Nusantara, MAN Pinrang Gelar Pagelaran Seni Budaya Penuh Inspirasi

Suara Muda untuk Nusantara, MAN Pinrang Gelar Pagelaran Seni Budaya Penuh Inspirasi

SUARATA, Pinrang — MAN Pinrang kembali menghadirkan kegiatan yang sarat makna melalui Pagelaran Seni Budaya yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Ruang Guru MAN Pinrang. Mengusung tema “Suara Muda untuk Nusantara”, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan bakat seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Pagelaran tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas XI F-1 hingga XI F-8. Mereka tampil membawakan lagu-lagu wajib nasional dan lagu daerah Nusantara dalam bentuk paduan suara. Dengan busana bernuansa tradisional, para peserta tampil penuh percaya diri, menyatukan suara dalam harmoni yang indah dan membanggakan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penampilan seni, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran Seni Budaya. Melalui panggung ini, siswa diajak memahami bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menjaga identitas bangsa dan menghargai warisan leluhur.

Guru Seni Budaya MAN Pinrang, Ady Asri Hasan, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penampilan para peserta didik. Menurutnya, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena para siswa mampu menunjukkan kerja sama, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

“Sebagai guru Seni Budaya, hari ini saya sangat bersyukur dan bangga menyaksikan siswa-siswi dari kelas XI F-1 sampai XI F-8 berdiri di atas panggung, menyatukan suara yang harmoni lewat lagu-lagu wajib nasional serta lagu daerah Nusantara. Ini adalah sebuah momen yang sangat mahal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses latihan yang dilalui para siswa bukanlah hal yang mudah. Menyatukan puluhan peserta dalam satu paduan suara membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta kemampuan untuk saling menghargai.

“Saya tahu proses latihan mereka tidak mudah. Menyatukan puluhan kepala dalam satu paduan suara membutuhkan kesabaran, disiplin, dan ego yang harus ditekan. Namun hari ini, mereka membuktikan bahwa kerja keras itu berbuah manis,” ujarnya.

Ady juga menegaskan bahwa Pagelaran “Suara Muda untuk Nusantara” bukan hanya sekadar penilaian tugas akhir. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa peserta didik MAN Pinrang memiliki potensi besar dalam melestarikan identitas bangsa melalui seni, salah satunya dengan bernyanyi.

Ia berpesan kepada seluruh peserta didik agar lagu-lagu nasional dan lagu daerah tidak hanya dinyanyikan pada saat pagelaran, tetapi terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Jangan biarkan lagu daerah dan lagu nasional ini berhenti di panggung hari ini saja. Melalui nada-nada yang kalian nyanyikan, kalian sedang menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman,” pesannya.

Kepala MAN Pinrang, Ansyar, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pagelaran seni budaya ini merupakan kegiatan positif karena mampu menguatkan rasa cinta peserta didik terhadap identitas nasional.

“Kegiatan ini sangat positif karena menguatkan kecintaan peserta didik kepada identitas nasional, salah satunya melalui kegiatan berkesenian untuk mengasah kepekaan nasionalisme dan budaya bangsa yang luhur,” tutur Ansyar.

Sementara itu, Ketua OSIM MAN Pinrang, Askar, menyampaikan bahwa pagelaran ini menjadi bukti nyata semangat generasi muda dalam menjaga budaya Nusantara.

“Pagelaran ini menjadi bukti nyata bahwa suara muda penuh semangat menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara,” ujarnya.

Melalui Pagelaran Seni Budaya ini, MAN Pinrang menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman, karya, dan kebersamaan. Dari panggung sederhana, para siswa menyampaikan pesan besar bahwa budaya Indonesia harus terus hidup dan diwariskan.

Pagelaran “Suara Muda untuk Nusantara” menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga jati diri bangsa. Dengan suara, semangat, dan karya, siswa-siswi MAN Pinrang membuktikan bahwa mencintai budaya sendiri adalah bagian dari mencintai Indonesia. (***)

Bagikan: