Cerita Rakyat Jadi Media Pembentukan Karakter Generasi Muda di Parepare
SUARATA, PAREPARE – Sebanyak 20 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kota Parepare mengikuti Workshop Cerita Rakyat yang digelar di Aula Edotel Parepare pada 11–12 Juni 2026. Kegiatan yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 itu bertujuan memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan story telling berbasis cerita rakyat.
Workshop mengangkat tema “Meningkatkan Karakter Generasi Muda Melalui Cerita Rakyat dengan Model Pendekatan Story Telling”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Penyelenggara kegiatan, Ernawati Faharuddin, menjelaskan bahwa workshop tersebut dirancang untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap cerita rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, cerita rakyat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mengandung pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberi apresiasi dan menjaga cerita rakyat yang masih hidup di masyarakat, meningkatkan animo pemahaman generasi muda pada cerita rakyat dan sekaligus memaknai pesan moral pada cerita rakyat, serta memberi ruang serta memanggil generasi muda untuk mencintai cerita rakyat,” ujar Ernawati Faharuddin.
Melalui metode story telling, peserta diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai cerita rakyat secara lebih menarik dan komunikatif.
Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Hajar, S.Pd dan Ahmad, S.Pd.I., M.Pd. Keduanya membawakan materi terkait pentingnya pelestarian cerita rakyat serta pemanfaatan metode story telling dalam membangun karakter generasi muda.
Peserta yang berasal dari berbagai SMP se-Kota Parepare tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Workshop ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal kembali kekayaan budaya daerah sekaligus memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Dede Harirustaman, S.STP. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan workshop yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan karakter peserta didik.
“Ini kegiatan positif dan harus terus dikembangkan untuk membangun karakter peserta didik melalui cerita rakyat sebagai budaya dan identitas bangsa,” kata Dede Harirustaman, S.STP.
Menurutnya, pelestarian budaya harus melibatkan generasi muda agar nilai-nilai luhur yang diwariskan melalui cerita rakyat tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan zaman.
Workshop Cerita Rakyat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang didorong melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026. Selain memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga mendorong generasi muda untuk memahami dan mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat.
Dengan melibatkan siswa SMP sebagai peserta, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda sebagai penerus bangsa. (***)

