KKN IAI DDI Mangkoso Desa Sanrego Bone Gelar Penyuluhan BRUS, Edukasi Pelajar tentang Kesehatan dan Pencegahan Pernikahan Dini
SUARATA.BONE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) DDI Mangkoso Posko 2 Desa Sanrego menggelar kegiatan penyuluhan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP Negeri 3 Kahu, Kabupaten Bone, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kahu sebagai upaya memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan, membangun pergaulan yang sehat, mencegah pernikahan usia dini, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMP Negeri 3 Kahu, Hamka, S.Pd., M.M., Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Palakka bersama tenaga medis, serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kahu.
Penyuluhan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni dr. Sri Asmawati Arsa selaku dokter umum, Jufri, S.Kep., Ners., selaku Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Palakka, serta Andi Jumadi, S.Pd.I., dan Suardi, S.Ag., dari KUA Kecamatan Kahu. Kegiatan dipandu oleh Misbahul Munir selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 2 Desa Sanrego.

Dalam pemaparan materi kesehatan, dr. Sri Asmawati Arsa bersama pihak UPT Puskesmas Palakka memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mengenali berbagai risiko penyakit, termasuk gonore, herpes genital, dan sifilis.
Para siswa juga diberikan edukasi mengenai dampak perilaku seksual berisiko, termasuk potensi penularan HIV/AIDS. Selain itu, narasumber menjelaskan risiko kehamilan pada usia remaja, yang dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi kehamilan dan kelahiran prematur serta berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelajar agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, menghindari perilaku berisiko, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber dari UPT Puskesmas Palakka turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, khususnya rabies yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi, seperti anjing.
Sementara itu, perwakilan KUA Kecamatan Kahu, Andi Jumadi, S.Pd.I., dan Suardi, S.Ag., menyampaikan materi mengenai pembinaan keagamaan, pembentukan akhlak, pentingnya menjaga pergaulan, serta pencegahan pernikahan usia dini.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan ketentuan usia perkawinan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Berdasarkan ketentuan tersebut, perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita telah mencapai umur 19 tahun, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui materi BRUS, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang, menjaga pergaulan, serta mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan.
KUA Kecamatan Kahu juga mengusung motto “Kejar Cita-Cita, Bukan Buku Nikah” sebagai pesan motivasi bagi generasi muda agar lebih fokus meraih pendidikan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 3 Kahu, Hamka, S.Pd., M.M., turut memberikan pesan kepada para siswa agar menjauhi narkoba, minuman keras, serta segala bentuk kekerasan yang dapat merusak masa depan dan lingkungan pendidikan.
Ia berharap seluruh siswa mampu menjaga perilaku, menaati aturan sekolah, serta membangun karakter positif sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui kegiatan penyuluhan BRUS ini, mahasiswa KKN IAI DDI Mangkoso Posko 2 Desa Sanrego berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan, pembinaan karakter, pergaulan yang sehat, serta pentingnya mencegah pernikahan usia dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan KUA Kecamatan Kahu dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, berakhlak, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.

