Perkawinan Anak Jadi Masalah Krusial di Lemoe, YLP2EM Masifkan Sosialisasi dan Edukasi
“Kita berharap melalui RTL ini LBK-KK khususnya di Lemoe, dapat memberikan pelayanan dan pendampingan maksimal kepada masyarakat. Memberikan hak dan kesetaraan kepada setiap warga adalah wujud upaya kami,” imbuhnya.
Sementara, Koordinator Kelompok Konstuten Sumber Harapan, Kelurahan Lemoe Rusdiana mengungkapkan, dalam melakukan pendampingan sosial di Kelurahan Lemoe, pihaknya selalu melakukan observasi dan tahapan matang untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan permasalahan.

Seperti salah satu kasus yang cukup rentan terjadi ialah perkawinan anak usia dini. Selain pendampingan, pihaknya juga secara berkala melakukan edukasi terhadap dampak perkawinan anak. Agar potensi peningkatan kasus dapat diminimalisir terjadi.
“Tentu setiap melakukan pendampingan, suka duka selalu ada. Kadang kami dari KK di perhadapakan permasalahan yang tantangannya cukup rumit dan berat. Contohnya ini perkawinan anak,” ujarnya.
“Karena beberapa masyarakat menganggap bahwa dengan menikahkan anaknya, permasalahan selesai. Mereka tidak memikirkan potensi masalah besar yang memungkinkan terjadi. Seperti KDRT maupun stunting, karena anak-anak itu belum matang secara psikologis, jasmani maupun mental untuk menikah,” jelasnya.
Rusdiana berharap, melalui RTL itu Kelompok Konstuten di Kelurahan Lemoe semakin kompak dan komunikatif, dalam menangani setiap kasus dan bekerja sama menyelesaikan permasalahan sosial di lingkungan masyarakat.(*)

