Kesal Jalan Tak Diperbaiki, Warga Polman Lakukan Aksi Kreatif Tanam Pisang

Kesal Jalan Tak Diperbaiki, Warga Polman Lakukan Aksi Kreatif Tanam Pisang

SUARATA, POLMAN — Warga Kelurahan Lantora melakukan aksi protes unik dengan menanam pohon pisang di badan jalan yang rusak parah pada Selasa, 18 November 2025. Aksi itu dilakukan untuk mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan kabupaten yang telah bertahun-tahun dibiarkan tanpa penanganan.

Warga menanam pohon pisang di Jalan Gunung Tammingundur, Lingkungan Lantora Timur, sebagai simbol kekecewaan atas lambatnya respons pemerintah daerah maupun pusat. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kelurahan Lantora dan Kelurahan Sulewatang.

Kerusakan semakin parah karena jalur ini sering dilalui truk berat pengangkut semen dan timbunan. Akibatnya, permukaan jalan cepat rusak dan penuh lubang besar. Kondisi ini telah menyebabkan banyak kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan deras mengguyur.

Menurut warga, protes ini terpaksa dilakukan karena keluhan telah disampaikan berkali-kali selama dua dekade terakhir, namun tidak pernah ditindaklanjuti secara serius. Mereka menegaskan aksi tanam pisang ini bukan bentuk anarkisme, tetapi cara kreatif agar pemerintah tidak lagi menunda perbaikan infrastruktur dasar.

“Hanya dengan begini pemerintah baru mau melihat,” ungkap salah satu warga yang ikut melakukan aksi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lantora, Bripka Hendra Martes, langsung turun ke lokasi untuk melakukan monitoring dan memastikan situasi tetap kondusif. Ia mendengarkan langsung keluhan warga dan memberikan penyuluhan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bripka Hendra mengimbau masyarakat agar tidak memblokir jalan atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu kelancaran umum. Polisi berjanji akan tetap mengawal situasi sampai ada tindakan dari pihak pemerintah.

Dalam upaya penanganan awal, Bripka Hendra berkoordinasi dengan Lurah Lantora, Andi Hamka S.IP. Keduanya sepakat untuk segera menghubungi Camat Polewali dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna mengusulkan perbaikan secepatnya.

Warga berharap kehadiran aparat dan pemerintah kelurahan dapat mempercepat proses perbaikan yang selama bertahun-tahun terkatung-katung.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah kelurahan dan kecamatan masih menjalin koordinasi lanjutan dengan Dinas PU Polman. Warga berharap aksi mereka mendapat respons cepat agar jalan penghubung utama yang telah puluhan tahun rusak itu akhirnya diperbaiki dan kembali aman dilalui. (***)

Bagikan: