Teguh Iswara Suardi Dorong Percepatan Pembangunan Kereta Api dan Infrastruktur Transportasi Terintegrasi di Sulawesi Selatan
SUARATA, Barru- Anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem, Ir. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jaringan kereta api serta penguatan integrasi transportasi di Sulawesi Selatan. Penegasan ini disampaikan menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian khusus pada pembangunan kereta api nasional saat meresmikan Stasiun Tanah Abang pada awal November lalu.
Teguh menyebut arahan Presiden tersebut harus menjadi momentum bagi daerah di luar Pulau Jawa untuk mempercepat modernisasi sistem transportasi. Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan yang telah membentuk Direktorat Jenderal Integrasi Antarmoda sebagai upaya mempercepat konektivitas nasional.

“Kami sangat berharap realisasi integrasi antarmoda ini bisa diprioritaskan di Sulawesi Selatan,” ujar Teguh.
Saat ini, jalur kereta api di Sulawesi Selatan baru menghubungkan tiga kabupaten: Maros, Pangkep, dan Barru. Teguh mendorong agar jalur tersebut segera diperpanjang hingga mencapai Kota Makassar, serta terintegrasi dengan akses menuju bandara, pelabuhan, dan kawasan strategis lainnya. Menurutnya, integrasi ini tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memperlancar distribusi logistik.
“Jika integrasi ini berjalan, masyarakat bisa tinggal di daerah tetapi bekerja di Kota Makassar. Dampaknya besar—mengurangi kemacetan, menekan urbanisasi, serta meningkatkan efisiensi ekonomi karena waktu tempuh lebih singkat dan biaya mobilitas lebih rendah. Selain itu, distribusi tenaga kerja menjadi lebih merata dan peluang usaha di kawasan sekitar jalur kereta semakin terbuka,” jelasnya.
Selain isu kereta api, Teguh juga menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan dermaga di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Hingga kini, masih banyak pulau—termasuk yang berdekatan dengan Bali dan Kalimantan—belum memiliki dermaga layak. Ia menyampaikan bahwa sejumlah Dokumen Engineering Design (DED) yang pernah disiapkan pemerintah daerah kini sudah kedaluwarsa dan perlu diperbarui.
“Wilayah kepulauan Pangkep ini selalu menjadi daerah miskin di Sulsel, bukan karena tidak punya potensi, tetapi karena aksesibilitasnya yang sangat terbatas. Dermaga itu kunci untuk membuka isolasi dan membangun perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Teguh turut menyoroti minimnya lampu jalan di berbagai wilayah Sulsel, termasuk pada ruas jalan nasional. Kondisi penerangan yang buruk, ditambah banyaknya truk yang parkir di bahu jalan, kerap memicu kecelakaan. Ia meminta pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan penerangan jalan umum sebagai bagian penting dari keselamatan transportasi.
“Mungkin terlihat sederhana, tapi lampu jalan adalah kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat,” tutupnya.

