Banjir Bandang Tapanuli Tengah: 103 Tewas, 100 Masih Hilang, Ribuan Mengungsi

Banjir Bandang Tapanuli Tengah: 103 Tewas, 100 Masih Hilang, Ribuan Mengungsi

SUARATA, Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memperbarui data korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu, dengan total 103 orang dilaporkan meninggal dunia hingga Minggu (7/12/2025). Sebanyak 100 warga lainnya masih dalam pencarian di tengah cuaca buruk dan akses yang sulit.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah mengumumkan perkembangan terbaru bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam 20 kecamatan di wilayah tersebut. Melalui unggahan resmi Instagram, Pemkab Tapteng melaporkan total 103 korban tewas dan 100 orang masih dinyatakan hilang.

Dalam laporan tersebut, Kecamatan Pandan, Tukka, dan Sitahuis menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi. Situasi ini mempertegas skala bencana yang disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Rincian Korban per Kecamatan

Sebaran korban meninggal dan hilang di antaranya:

  • Pandan: 25 tewas
  • Tukka: 25 tewas, 59 hilang
  • Badiri: 12 tewas, 12 hilang
  • Sarudik: 4 tewas
  • Tapian Nauli: 4 tewas, 11 hilang
  • Pinangsori: 2 tewas, 3 hilang
  • Sibabangun: 3 tewas, 9 hilang
  • Sukabangun: 1 tewas
  • Sorkam: 2 tewas
  • Barus Utara: 2 tewas
  • Sitahuis: 23 tewas, 6 hilang

Total warga terluka mencapai 524 orang, sedangkan warga terdampak melonjak hingga 296.454 orang. Tercatat 18.331 warga harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat masih terus berupaya mencari korban hilang. Namun, cuaca hujan serta akses yang rusak parah menjadi tantangan terbesar dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Pemkab Tapteng meminta warga tetap waspada mengingat potensi bencana susulan masih mungkin terjadi akibat kondisi tanah yang labil.

Pemkab Tapteng menyerukan agar masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda bencana lanjutan. Pemerintah juga menyatakan tengah menambah logistik untuk pengungsian serta mempercepat perbaikan akses agar proses evakuasi bisa dimaksimalkan. (***)

Bagikan: