Tanah Longsor Tutup Total Jalan Kariango–Bakaru di Pinrang, Akses Warga Terputus

Tanah Longsor Tutup Total Jalan Kariango–Bakaru di Pinrang, Akses Warga Terputus

SUARATA, PINRANG – Bencana alam tanah longsor terjadi di Jalan Penghubung Desa Kariango dengan Desa Bakaru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Minggu (14/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Longsor tersebut mengakibatkan badan jalan tertimbun material tanah, batu, dan kayu sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tanah longsor terjadi di wilayah Dusun Kariango dan menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 13 meter dengan ketinggian material mencapai sekitar 2 meter. Akibatnya, akses utama yang menghubungkan Desa Kariango dan Desa Bakaru lumpuh total.

Material longsor berupa tanah berlumpur bercampur batu dan kayu menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Kondisi ini menyebabkan aktivitas dan mobilitas warga terganggu, terutama untuk keperluan ekonomi dan layanan dasar.

Berdasarkan informasi di lapangan, tanah longsor diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lembang dalam beberapa hari terakhir. Kontur tanah yang labil serta kondisi lereng di sekitar jalan memperbesar potensi terjadinya longsor.

Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, warga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Petugas terkait bersama aparat setempat telah menerima laporan kejadian dan melakukan pemantauan di lokasi. Upaya pembersihan material longsor direncanakan menggunakan alat berat agar akses jalan dapat kembali dibuka dan dilalui masyarakat.

Sementara itu, warga yang hendak melintas diimbau untuk mencari jalur alternatif dan menghindari lokasi longsor demi keselamatan.

Tanah longsor yang menutup Jalan Penghubung Desa Kariango–Desa Bakaru berdampak langsung pada terputusnya akses transportasi warga. Jika proses pembersihan dapat segera dilakukan dan cuaca membaik, diharapkan jalur vital antar desa tersebut bisa kembali difungsikan dalam waktu dekat. (***)

Bagikan: