Dzikir dan Doa Bersama HAB ke-80 Kemenag, Bupati Pinrang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Refleksi
SUARATA, PINRANG – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang menggelar Dzikir dan Doa Bersama pada Rabu (31/12/2025) di Masjid Agung Al-Munawwir. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar religius menyambut pergantian tahun menuju 2026 dengan suasana khusyuk dan penuh refleksi.
Kegiatan yang dimulai pukul 17.30 WITA tersebut dirangkaikan dengan Salat Magrib dan Salat Isya berjamaah. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pinrang Idris Muhammad, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta masyarakat Kabupaten Pinrang. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Pinrang, Ny. Asriaty Amaliyah Idris, bersama jajaran pengurus.

Rangkaian dzikir dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Pinrang yang juga Imam Masjid Agung Al-Munawwir, bersama Kakankemenag Pinrang, Ketua MUI, Ketua BAZNAS, serta Ustadz Anas Rasyid, Kepala MTs DDI Ujung. Doa dipandu oleh Ketua MUI Kabupaten Pinrang, Gurutta KH. Masse Laibu. Suasana dzikir dan doa berlangsung khidmat, melangitkan doa bermunajat kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid menekankan pentingnya mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan membawa ketenangan batin. Menurutnya, dzikir dan doa merupakan sarana refleksi diri atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui sekaligus persiapan menyongsong tahun 2026 yang lebih baik.
“Refleksi melalui dzikir dan doa adalah cara menata kembali niat, memperkuat keimanan, serta membangun optimisme menghadapi tantangan di tahun mendatang,” ujar Bupati Irwan.
Lebih lanjut, Bupati Irwan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga empati dan solidaritas sosial, khususnya kepada saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah, baik di Kecamatan Lanrisang maupun di sejumlah daerah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak mengekspresikan euforia pergantian tahun secara berlebihan, melainkan mengisinya dengan kegiatan yang menenangkan, bermanfaat, serta memperkuat kepedulian sosial. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan saling menghormati demi terciptanya suasana yang kondusif.
“Pergantian tahun hendaknya menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kedamaian dan ketertiban bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan keagamaan umat.
Kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menutup tahun dengan munajat dan mengawali tahun baru dengan ketenangan batin serta semangat kebersamaan dalam membangun Bumi Lasinrang.
Selain dipusatkan di Masjid Agung Al-Munawwir, dzikir dan doa bersama dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama RI sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 ini juga dilaksanakan di berbagai masjid di Kabupaten Pinrang. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Bupati Pinrang yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang kepada seluruh jajarannya, khususnya kepada dua belas Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, guna mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan yang khusyuk dan bermakna.
Pelaksanaan dzikir dan doa bersama dalam rangka HAB ke-80 Kementerian Agama RI sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Pinrang. Ke depan, kegiatan keagamaan semacam ini diharapkan terus menjadi sarana pembinaan spiritual masyarakat guna mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

