Soroti Potensi Bahaya Longsor di Perumahan Jalan Syamsul Bahri Parepare
SUARATA, PAREPARE — LSM Laskar Indonesia melalui Sofyan kembali mengangkat isu keselamatan lingkungan di kawasan perumahan komersial yang berlokasi di Jalan Syamsul Bahri, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Perumahan ini diduga memiliki potensi risiko lingkungan yang serius.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kawasan perumahan tersebut menunjukkan indikasi kerentanan longsor serta limpasan debit air hujan yang berpotensi mengalir langsung ke permukiman warga di sekitarnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan jiwa, kerusakan lingkungan, serta potensi kerugian material bagi masyarakat sekitar.

“Jarak rumah warga sekitar dengan dinding tebing di perumahan komersil ini sangat dekat, hanya sekitar 1 meter. Padahal dalam peraturan umum mensyaratkan jarak bebas minimum untuk faktor keamanan dan keselamatan, idealnya 5 sampai 10 meter,” ungkap Sofyan.
Sofyan menjelaskan beberapa dugaan pelanggaran teknis yang ditemukan di lokasi. Seperti sistem penahan tanah yang tidak memadai, dimana dinding tebing disusun batu hingga 4 meter.
“Air akan masuk di sela-selanya, akhirnya rentan runtuh. Kalau runtuh, karena jarak rumah tidak sampai 1 meter dari dinding, berpotensi langsung menimpa rumah,” jelasnya.
Begitupun dengan sistem drainase tidak mencukupi, yang mana kapasitas drainase yang ada dinilai tidak mampu menampung jumlah debit air pada saat intensitas hujan tinggi.
Sofyan juga menyoroti jarak bangunan yang diduga tidak aman. Menurutnya, dalam praktiknya sering direkomendasikan jarak minimum sebesar 1,5 hingga 2 kali ketinggian tebing dari puncak atau kaki tebing untuk alasan keamanan, kecuali jika ada desain struktur penahan yang kuat dan telah disetujui.

