Cuaca Ekstrem di Polman, Dua Rumah Rusak Tertimpa Pohon Mangga di Manding
SUARATA, POLMAN – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (12/2/2026) sore, mengakibatkan satu pohon mangga tumbang dan menimpa dua rumah warga di Lingkungan Manding. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WITA saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Pohon mangga berukuran besar tiba-tiba tumbang dan menimpa dua unit rumah warga.

Rumah milik Taufik (60), seorang pekerja swasta, mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan struktur bangunan. Sementara itu, rumah milik Aras (50), seorang wiraswasta, mengalami kerusakan ringan.
Kedua korban diketahui merupakan warga Lingkungan Manding, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar.
Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Manding, AIPTU Firman, SH, segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan pendataan terhadap warga terdampak.
AIPTU Firman memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp15 juta.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. Apabila terdapat pohon besar yang berpotensi tumbang di sekitar rumah, sebaiknya segera dilakukan pemangkasan atau melaporkan kepada pihak terkait guna menghindari kejadian serupa,” ujarnya.
Kapolsek Polewali, IPTU Samsul Bahri Subu, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan personel untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan situasi tetap aman serta membantu warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau pemerintah setempat apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan,” ungkapnya.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir memang berpotensi memicu kejadian pohon tumbang, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki pepohonan besar dan berusia tua.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan mitigasi risiko bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut. Koordinasi antara warga dan pemerintah setempat dinilai krusial guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (***)

