FKUB Pinrang Perkuat Dialog Lintas Agama, Kemenag Siap Perkuat Sinergi Kerukunan

FKUB Pinrang Perkuat Dialog Lintas Agama, Kemenag Siap Perkuat Sinergi Kerukunan

SUARATA, PINRANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pinrang memperkuat peran sebagai wadah dialog dan kolaborasi lintas agama melalui pertemuan penguatan layanan keagamaan yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati Pinrang, Maccorawalie, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan ini melibatkan tokoh agama dari berbagai latar belakang serta jajaran Kementerian Agama untuk memperkuat sinergi menjaga kerukunan masyarakat.

Wakil Ketua Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Pinrang yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, menegaskan bahwa FKUB tidak hanya hadir saat terjadi konflik di tengah masyarakat.

Menurutnya, forum tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat komunikasi lintas agama yang aktif membangun dialog, memperkuat nilai toleransi, dan memberikan layanan keagamaan bagi seluruh umat beragama.

“FKUB menjadi forum pusat layanan keagamaan yang dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama. Peran FKUB sangat strategis, bukan hanya sekadar hadir ketika ada konflik, tetapi harus selalu hadir di tengah masyarakat untuk menjaga kerukunan,” ujar H. Muhammad Idris Usman.

Ia menambahkan, Kementerian Agama Kabupaten Pinrang berkomitmen memperkuat sinergi dengan FKUB serta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan.

“Kami siap bersinergi bersama FKUB dan Kantor Urusan Agama untuk terus membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di wilayah Kabupaten Pinrang,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir berbagai tokoh agama dari latar belakang Kristen, Katolik, dan Islam. Kehadiran lintas tokoh agama ini dinilai menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Pinrang.

H. Muhammad Idris Usman mengapresiasi partisipasi para tokoh agama tersebut yang menunjukkan semangat kolaborasi dan kebersamaan.

“Dengan hadirnya tokoh agama dari Nasrani, Katolik, dan Islam, pertemuan ini semakin mempererat jalinan kerukunan umat beragama di Kabupaten Pinrang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris FKUB Pinrang, Yosep Pao, menekankan pentingnya dialog antarumat beragama sebagai sarana untuk memahami kondisi keagamaan masing-masing.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memperkuat rasa saling menghormati dan mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saran kami agar dialog terus dilakukan. Dialog itu penting untuk mengetahui kondisi kehidupan keagamaan yang ada pada umat lain. Dari situlah kita bisa saling berbagi informasi antar penganut agama sehingga tercipta saling pengertian dan penghormatan,” ujar Yosep Pao.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami praktik keagamaan masing-masing umat beragama, termasuk saat umat Katolik menjalankan masa puasa sebagai bagian dari tradisi spiritual mereka.

“Umat Katolik saat ini juga sedang melaksanakan puasa. Hal-hal seperti ini penting diketahui oleh umat beragama lainnya agar kita bisa saling menghargai dan memahami praktik keagamaan masing-masing,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara FKUB, Kementerian Agama, dan para tokoh agama, diharapkan upaya penguatan dialog serta toleransi dapat terus ditingkatkan.

Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis di Kabupaten Pinrang tetap terjaga di tengah keberagaman. (***)

Bagikan: