Dua Guru Hebat MAN Pinrang Raih Sertifikasi Pendidik Gemini AI
SUARATA || Paleteang, Pinrang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tenaga pendidik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang. Dua guru MAN Pinrang, Reni dan Muhammad Yusuf Yunus, berhasil meraih Sertifikasi Pendidik Gemini AI melalui program Gemini Academy yang diselenggarakan oleh Google melalui inisiatif Google for Education.
Program pelatihan ini terlaksana melalui kolaborasi antara komunitas Edutech Madrasah bersama sejumlah komunitas pendidik digital, yakni Google Educator Group Jakarta Timur, Google Educator Group Pasuruan, serta Google Educator Group Palembang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan secara daring dengan beberapa tahapan pembelajaran. Peserta terlebih dahulu menerima materi pelatihan, kemudian melakukan praktik penggunaan platform Gemini AI, dilanjutkan dengan pengerjaan tugas, hingga mengikuti tes sertifikasi sebagai tahap akhir.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 untuk sesi penyampaian materi dan penugasan. Sementara itu, tes sertifikasi global dilaksanakan pada 1 hingga 7 Maret 2026 sebagai tahapan akhir untuk memperoleh pengakuan kompetensi dari Google.
Salah satu peserta dari MAN Pinrang, Reni, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran.
“Melalui pelatihan ini saya belajar bagaimana memaksimalkan berbagai fitur Gemini AI sehingga proses belajar mengajar dapat menjadi lebih inovatif, kreatif, dan efisien,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Yusuf Yunus juga menyampaikan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu kompetensi penting bagi guru di era digital saat ini.
“Pemanfaatan teknologi AI seperti Gemini sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Harapannya, kemampuan ini dapat terus dikembangkan sehingga pembelajaran di madrasah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga berharap semakin banyak guru yang tertarik untuk mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan sehingga ekosistem pembelajaran digital di madrasah dapat berkembang dengan lebih baik.
Sementara itu, Kepala MAN Pinrang, Ansyar, memberikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh kedua guru tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa guru madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta terus meningkatkan kualitas profesionalisme sebagai pendidik.
“Kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih oleh Ibu Reni dan Bapak Muhammad Yusuf Yunus. Prestasi ini menunjukkan komitmen guru MAN Pinrang untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus mendorong para guru untuk mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di MAN Pinrang.
“Ke depan kami berharap semakin banyak guru yang mengikuti program pengembangan kompetensi seperti ini sehingga MAN Pinrang dapat terus menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen MAN Pinrang dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang inovatif serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah di era transformasi teknologi. (***)

