Coxpam Community Sukses Gelar Festival Bedug 2026 di Parepare

Coxpam Community Sukses Gelar Festival Bedug 2026 di Parepare

PAREPARE — Festival Bedug 2026 yang digelar di Kompleks Patung Pemuda, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Rabu (18/3/2026) malam, menyedot perhatian ratusan warga. Kegiatan ini merupakan agenda perdana yang diinisiasi Coxpam Community bersama Parepos dan dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare dari Partai Golkar, Hamran Hamdani, SE, yang juga Pembina Coxpam Community, dengan melibatkan 10 tim peserta.

Festival yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menjadi pusat keramaian warga di malam ke-29 Ramadan. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area kegiatan sejak awal hingga penutupan acara.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh khidmat. Festival ini secara resmi dibuka oleh Camat Bacukiki Barat Ardiansyah bersama Direktur Parepos Akbar serta Ketua Coxpam Community Muhammad Daud.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilakukan pemukulan bedug secara bersama oleh Camat Bacukiki Barat, Direktur Parepos, Ketua Coxpam Community, serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari warga yang memadati lokasi acara.

“Kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan dan terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak peserta,” ujar Muhammad Daud.

Coxpam Community yang menginisiasi kegiatan ini diketahui telah berdiri sejak tahun 1981. Festival Bedug 2026 menjadi kegiatan perdana yang digagas komunitas tersebut dalam bentuk kompetisi bedug di bulan Ramadan.

Komunitas ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan di Parepare, khususnya dalam mendorong pelestarian nilai kebersamaan dan budaya lokal.

Kehadiran Hamran Hamdani menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas kepemudaan dan pelestarian budaya Islami di Kota Parepare. Ia menilai festival bedug memiliki nilai strategis dalam memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Festival seperti ini sangat positif karena mampu mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi budaya Islam di bulan Ramadan,” kata Hamran Hamdani.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi generasi muda.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang positif bagi generasi muda, sehingga dapat mengurangi aktivitas negatif, khususnya di malam Ramadan,” tambahnya.

Sebanyak 10 tim peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas, tampil menampilkan aransemen bedug yang variatif dan atraktif. Mereka menunjukkan kekompakan dan kreativitas dalam setiap penampilan.

Salah satu peserta mengaku telah mempersiapkan diri selama beberapa hari untuk tampil maksimal di ajang tersebut, yang kemudian mendapat sambutan meriah dari penonton.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Animasi UIN Parepare berhasil meraih juara I. Juara II diraih Remasyi Team 2, sementara juara III diraih bersama oleh Coxpam Rising Star dan Coxpam Legend.

Festival Bedug 2026 yang digelar di kawasan ikonik Patung Pemuda ini dinilai sukses dan berpotensi menjadi agenda tahunan di Parepare. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi bedug yang mulai jarang dikompetisikan.

Antusiasme ratusan warga menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dan religius masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Ke depan, penyelenggara berencana memperluas skala festival agar dapat melibatkan lebih banyak peserta, termasuk dari luar daerah. (***)

Bagikan: