Lulus dengan Predikat Terbaik Ketiga di UIN Palopo, Anak Pedagang Pasar Sentral Masamba: Saya Tidak Hebat, Doa Ibu yang Kuat
SUARATA, PALOPO – Suasana haru menyelimuti gedung pertemuan Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo saat prosesi wisuda berlangsung belum lama ini.
Di antara ratusan mahasiwa UIN Palopo yang diwisuda, ada sosok yang paling menyita perhatian publik, yaitu Sigit Adiaksa (22 tahun).

Putra seorang pedagang kecil di Pasar Sentral Masamba, Kabupaten Luwu Utara, ini, berhasil mencuri perhatian publik.
Tak sekadar lulus, Sigit Adiaksa secara resmi menyandang predikat sebagai Wisudawan Terbaik Ketiga UIN Palopo tahun ajaran 2026.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih puncak akademik.
Namun, bagi Sigit, pencapaian ini bukanlah buah dari kehebatan dirinya, melainkan ada kekuatan di balik keberhasilan dirinya menyelesaikan studi sarjana hanya dengan durasi tiga tahun.
Sambil menggenggam piagam penghargaan, Sigit menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Ia mengaku bahwa perjuangannya selama tiga tahun di bangku kuliah didorong oleh kerja keras orang tuanya yang setiap hari bergelut dengan hiruk-pikuk pasar.
“Ini seperti mahkota buat saya, sekaligus capaian yang luar biasa buat saya. Ini bukti capaian yang saya dapatkan dengan kerja keras. Namun, di antara semua itu ada doa orangtua serta keluarga yang menjadi penyemangat saya dalam berjuang di bangku kuliah,” ungkap Sigit.
Ia mengaku dirinya hanya seorang anak yang beruntung memiliki ibu yang luar biasa. Saat ditanya apa rahasianya bisa mendapat predikat terbaik ketiga, ia malah menjawab bahwa bukan karena kecerdasan ia dapat lulus, tetapi ada doa ibu yang sangat kuat menembus langit.
“Alhamdulillah, tahun ini, saya dapat menyelesaikan wisuda dengan baik, dan bahkan masuk ke dalam predikat terbaik ketiga. Ini adalah kebanggaan buat saya dan keluarga,” terangnya.
Sebagai anak pedagang di Pasar Sentral Masamba, Sigit terbiasa dengan pola hidup sederhana dan disiplin. Sehingga selama menempuh studi di UIN Palopo, ia dikenal sebagai mahasiswa yang tekun dan aktif dalam kuliah.
Ia mengatakan, perjalanan kuliah ini bukan sekadar tentang gelar, melainkan tentang perjuangan yang ditempa oleh keadaan, kesabaran yang diuji oleh waktu, dan harapan yang tak pernah padam meski hidup sering terasa sempit.
“Alhamdulillah, saya menyelesaikan studi S1 dalam waktu tiga tahun tujuh bulan dan dianugerahi sebagai wisudawan terbaik ketiga Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,” ungkap dia.
“Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai persembahan buat ibu dan juga untuk almarhum ayah saya, yang meski telah tiada, tetap menjadi bagian dari alasan saya bertahan dan berjuang sejauh ini,” tambahnya.
Prestasi sebagai lulusan terbaik ketiga ini adalah akumulasi dari indeks prestasi yang gemilang serta keaktifannya dalam berbagai kegiatan kampus.
“Terima kasih kepada dosen pembimbing, segenap pengurus, pegawai, dan staf UIN Palopo, dan juga teman-teman seperjuangan yang selama ini menjadi keluarga besar saya selama menimba ilmu di meja perkuliahan, baik indoor maupun outdoor,” imbuhnya.
Ia pun berencana untuk segera melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni magister. “Insya Allah, semoga niat baik saya untuk melanjutkan S2 tak ada kendala di UIN Palopo,” harap putra pasangan (alm) Marwa dan Murni ini.
“Gelar sarjana ini baru permulaan. Saya ingin terus belajar agar bisa mengangkat derajat orangtua saya lebih tinggi lagi. InsyaAllah, saya akan lanjut S2,” pungkasnya penuh optimis. (LHr)

