Guru MAN Pinrang ukir prestasi nasional, tembus 40 Besar KINF-TRA

Guru MAN Pinrang ukir prestasi nasional, tembus 40 Besar KINF-TRA

SUARATA || Paleteang, Pinrang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh keluarga besar MAN Pinrang. Salah satu guru MAN Pinrang berhasil masuk dalam nominasi 40 besar KINF-TRA yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar setelah bersaing dengan 101 naskah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan setelah seluruh naskah melalui proses seleksi administrasi, uji kemiripan (Turnitin), serta penilaian oleh tim kurator yang diumumkan Rabu, (24/6/2026).

Prestasi tersebut diraih oleh Subair, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Wakamad Humas) MAN Pinrang. Pada ajang tersebut, ia mengirimkan karya tulis berjudul “The Power of Listening: Internalisasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Berbasis Social Inquiry” yang mengangkat tema moderasi beragama. Tulisan tersebut membahas pentingnya membangun budaya mendengarkan, berdialog, dan menghargai perbedaan dalam proses pembelajaran sebagai upaya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik.

Karya tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan social inquiry, peserta didik didorong untuk lebih aktif berdiskusi, bertukar pendapat, serta memahami berbagai sudut pandang secara bijak. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter yang toleran, terbuka, dan menghargai keberagaman.

Keberhasilan tersebut diperoleh melalui proses seleksi yang cukup ketat. Seluruh naskah yang masuk terlebih dahulu melalui uji kemiripan menggunakan aplikasi Turnitin untuk memastikan orisinalitas karya. Selanjutnya, naskah dinilai oleh tim kurator berdasarkan kualitas isi, relevansi tema, kebaruan gagasan, serta kontribusinya terhadap penguatan moderasi beragama. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, karya Subair berhasil masuk dalam nominasi 40 besar dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Plt. Kepala MAN Pinrang, H. Suharto, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih oleh Subair.Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen untuk terus belajar serta berkarya.

“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih oleh Bapak Subair. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa guru MAN Pinrang memiliki kompetensi dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya literasi, dan tidak berhenti menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Suharto berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus mengembangkan budaya menulis, penelitian, dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Prestasi ini membuktikan bahwa dengan kemauan, kerja keras, dan konsistensi, setiap guru memiliki peluang untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Teruslah berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan serta mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang kompetisi,” tambahnya.

Keberhasilan Subair menembus nominasi 40 besar KINF-TRA menjadi bukti bahwa budaya literasi, penelitian, dan inovasi di lingkungan MAN Pinrang terus berkembang.

Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MAN Pinrang, tetapi juga menunjukkan bahwa guru madrasah mampu berkontribusi melalui karya dan gagasan yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Melalui prestasi ini, diharapkan semangat menulis, meneliti, dan berkarya terus tumbuh di kalangan pendidik maupun peserta didik. Dengan komitmen untuk terus belajar dan berinovasi, MAN Pinrang optimis dapat melahirkan lebih banyak prestasi serta sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (***)

Bagikan: