Penemuan Mayat di Sungai Walatedong Sidrap, Korban Diduga Terpeleset

Penemuan Mayat di Sungai Walatedong Sidrap, Korban Diduga Terpeleset

SUARATA, SIDRAP — Warga Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Walatedong, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 10.20 WITA. Korban diketahui bernama Allae (60), seorang petani yang diduga meninggal akibat terpeleset saat berada di sekitar irigasi.

Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh Zainal (40), warga yang tengah melakukan pengecekan aliran irigasi di wilayah Walatedong.

Saat melakukan aktivitasnya, Zainal melihat sosok tubuh manusia tersangkut di tumpukan sampah di dalam aliran irigasi. Ia pun segera memastikan temuan tersebut sebelum melaporkannya ke pihak berwenang.

“Saya melihat ada tubuh tersangkut di sampah, setelah dicek ternyata mayat, lalu saya laporkan,” ujar Zainal.

Laporan tersebut diteruskan kepada Kepala Lingkungan setempat dan kemudian diinformasikan kepada aparat Babinsa Kelurahan Sidenreng.

Babinsa Kelurahan Sidenreng bersama aparat terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Selanjutnya, pihak kepolisian dan tenaga medis turut dilibatkan dalam proses penanganan.

Petugas dari Polres Sidrap bersama warga setempat melakukan evakuasi jasad korban dari aliran irigasi. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 11.15 WITA dan berjalan aman serta lancar.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nene Malomo guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset saat hendak buang air di sekitar area irigasi. Kondisi tersebut diperparah dengan riwayat penyakit sesak napas yang dimiliki korban.

Pihak keluarga juga membenarkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit tersebut yang diduga turut memengaruhi situasi saat kejadian.

Turut hadir dalam penanganan peristiwa ini, Kasat Intel Polres Sidrap IPTU Andi Aswan bersama anggota, Babinsa Kelurahan Sidenreng, pihak keluarga korban, serta warga sekitar.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan di area irigasi yang rawan dan minim pengamanan. Aparat diharapkan meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang. (***)

Bagikan: