Kemenag Pinrang Pantau Ujian Berbasis Android di Tengah Renovasi Madrasah

Kemenag Pinrang Pantau Ujian Berbasis Android di Tengah Renovasi Madrasah

SUARATA, PINRANG – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) berbasis Android di MA Biharul Ulum Ma’arif, Kamis (9/4/2026). Uniknya, ujian digelar di ruang terbuka belakang madrasah di tengah proses renovasi total gedung.

Sebanyak 50 siswa kelas XII mengikuti ujian di dua titik, yakni area terbuka dan bawah tenda, sebagai solusi atas keterbatasan ruang. Meski berlangsung di luar ruangan, suasana tetap kondusif berkat lingkungan yang sejuk dan tertata. Para peserta tampak fokus mengerjakan soal melalui sistem Ujian Berbasis Android (UBA) dengan durasi rata-rata 90 menit per mata pelajaran.

Dalam kunjungan tersebut, H. Muhammad Idris Usman didampingi sejumlah pejabat Kemenag Pinrang, termasuk Kasubag TU Ramli Alias serta jajaran lainnya. Rombongan melakukan monitoring menyeluruh, mulai dari kesiapan panitia, kehadiran peserta, hingga memastikan pengawasan berjalan sesuai prosedur.

Ia mengapresiasi langkah adaptif pihak madrasah dalam menyelenggarakan ujian di tengah keterbatasan fasilitas. Menurutnya, kondisi infrastruktur tidak boleh menjadi penghambat terpenuhinya hak pendidikan siswa.

“Pelaksanaan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Yang terpenting, siswa tetap nyaman dan ujian berjalan lancar,” ujarnya.

Selain memantau ujian, kunjungan ini juga menjadi bagian dari evaluasi implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menitikberatkan pada percepatan pembangunan sarana pendidikan serta peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.

Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, menyebut pemanfaatan area terbuka sebagai solusi strategis selama pembangunan berlangsung.

“Meski dalam proses renovasi, kami tetap berupaya menghadirkan pelaksanaan ujian yang tertib dan nyaman,” katanya.

Sejumlah siswa mengaku lebih fokus mengikuti ujian di ruang terbuka karena suasana yang lebih segar. Selama pelaksanaan, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh peserta hadir tepat waktu dan mengikuti ujian dengan tertib di bawah pengawasan ketat panitia dan guru.

Monitoring ini menegaskan bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang dalam menjaga kualitas evaluasi pendidikan. Kemenag Pinrang juga memastikan akan terus memantau progres pembangunan gedung madrasah hingga rampung, agar proses pembelajaran dapat kembali berjalan optimal dengan fasilitas yang lebih representatif.

Bagikan: