Gercep! Hari Ini Bulog Parepare Mulai Salurkan Beras SPHP
SUARATA.Com,PAREPARE–Gerakan cepat (gercep) untuk masyarakat, Perum Bulog Cabang Parepare hari ini mulai menyalurkan beras SPHP ke pedagang pengecer di Pasar Lakessi, Kota Parepare, pada Sabtu (12/7/2025).
Hal ini disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Parepare Mohammad Junaedy, kepada Suarata.com saat dihubungi.

Junaedy mengatakan, setelah pihaknya menerima data verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), terkait pedagang yang boleh melakukan pembelian beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang nantinya diecer ke masyarakat. Bulog Parepare tidak menunda untuk segera melakukan penyaluran beras SPHP ke pedagang tersebut.
“Dari data awal yang kami terima, ada 12 pedagang atau pengecer beras yang telah terverifikasi oleh Dinas Ketapang Parepare,” kata Junaedy.
Namun dari 12 pedagang itu, baru satu kios milik pengecer di Pasar Lakessi yang hari ini berhasil melakukan pembelian beras SPHP, dan telah disalurkan oleh Bulog.
“Sekarang teknis dan metode pembelian beras oleh pedagang ke Bulog sudah berbeda. Ada aplikasi yang telah dibuat dan terkoneksi langsung oleh Bapanas. Jadi data pedagang yang terverifikasi dari Dinas Ketapang kemudian dikirim melalui aplikasi itu. Nanti, pedagang akan menunggu giliran persetujuan atau approve data dari Bapanas,” ujarnya.
“Ini tentu berproses, makanya hari ini setelah ada pedagang yang datanya telah berhasil, kami langsung lakukan penyaluran sesuai jumlah beras SPHP yang ia beli. Tapi kita yakin semua pedagang yang telah diversifikasi oleh Dinas Ketapang, pasti datanya akan terapprove, dan akan disalurkan beras SPHP,” jelasnya.
Terkait jumlah pengecer, Junaedy pastikan akan terus mengalami penambahan. Karena bersama Dinas Ketapang, Bulog Parepare akan masif melakukan penyisiran dan sosialisasi terkait teknis dan aplikasi baru yang harus digunakan pedagang pengecer, untuk pembelian beras SPHP.
“Pasti akan ada tambahan pedagang. Tapi, saat ini langkah cepat kami, kita fokuskan di pasar-pasar dulu. Karena tentu masyarakat mendominasi membeli beras di pasar. Kita akan terus maksimalkan penyaluran beras SPHP, tapi semuanya bertahap,” pungkasnya.
Kesempatan itu, Junaedy berharap agar pengecer yang nantinya telah menerima beras SPHP tetap taat regulasi, dengan menjual beras SPHP ke masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 12.500 per Kilogramnya.
“Kalau mereka jual di bawah Het, misalnya Rp 12 ribu, itu boleh. Asalkan pedagang jangan menjual lebih dari Rp 12.500 per kilogram. Kita tetap kawal itu,” tandasnya. (*)

