Game Interaktif dan Debat Mini Warnai Program KPU Mengajar di SMKN 1 Parepare

Game Interaktif dan Debat Mini Warnai Program KPU Mengajar di SMKN 1 Parepare

SUARATA, PAREPARE — Upaya memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare. Melalui Program KPU Mengajar, siswa UPT SMKN 1 Parepare diajak memahami pemilu tidak sekadar sebagai agenda lima tahunan, tetapi sebagai bagian penting dari tanggung jawab warga negara.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, ini merupakan bagian dari program Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih yang digagas KPU Provinsi Sulawesi Selatan, dengan sasaran utama pemilih pemula di tingkat SMA dan sederajat.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar dibekali pemahaman mendasar mengenai sistem demokrasi di Indonesia, mulai dari konsep pemilu, asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), hingga tujuan penyelenggaraan pemilu sebagai instrumen kedaulatan rakyat.

Materi disampaikan secara dialogis oleh Ahmad Perdana Putra, anggota KPU Kota Parepare. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah bangsa melalui penggunaan hak pilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Pemilih pemula bukan sekadar pelengkap statistik, tetapi penentu masa depan demokrasi. Karena itu, pemahaman sejak dini menjadi sangat penting,” ujar Ahmad di hadapan para siswa.

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis melalui integrasi game interaktif dan debat mini bertema kepemiluan. Metode ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif peserta sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.

Pada sesi game, siswa dilatih memahami tahapan pemilu serta istilah-istilah penting dalam penyelenggaraan pemilu. Sementara dalam debat mini, peserta diminta menganalisis mosi yang telah disiapkan, lalu menyampaikan argumen secara logis dan terstruktur.

Pendekatan tersebut terbukti efektif menarik antusiasme peserta. Siswa Kelas XI Manajemen SMKN 1 Parepare terlibat aktif sepanjang kegiatan, mulai dari diskusi hingga penyampaian pendapat, sehingga proses pembelajaran berlangsung partisipatif dan komunikatif.

KPU menilai metode pembelajaran berbasis interaksi menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan rendahnya literasi politik di kalangan pemilih muda, sekaligus sebagai investasi jangka panjang menuju peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu 2029.

Melalui program ini, KPU Kota Parepare berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya memahami prosedur pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran etis, sikap kritis, serta komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subbagian Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) beserta jajaran staf KPU Kota Parepare, yang turut mendampingi jalannya proses edukasi pemilih pemula. (***)

Bagikan: