Syekh Ahmad Al Misry Terseret Isu Inisial SAM, Singgung Fitnah di Media Sosial
SUARATA, JAKARTA – Publik Tanah Air dihebohkan dengan laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang tengah ditangani Bareskrim Polri. Kasus tersebut menyeret sosok pemuka agama berinisial SAM, yang oleh sejumlah spekulasi publik dikaitkan dengan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry.
Hingga saat ini, Syekh Ahmad Al Misry belum memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang beredar luas di media sosial tersebut.
Spekulasi mengenai identitas terduga pelaku muncul setelah pengacara pihak korban, Benny Jehadu, menyampaikan sejumlah petunjuk mengenai sosok berinisial SAM yang dilaporkan ke kepolisian.
Menurut Benny, terduga pelaku merupakan tokoh agama yang kerap tampil dalam program dakwah di televisi swasta.
“Ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di stasiun TV swasta,” kata Benny Jehadu.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menduga jumlah korban dalam kasus tersebut mencapai lima orang laki-laki.
Pernyataan itu kemudian memicu spekulasi luas di ruang publik karena banyak pihak mengaitkannya dengan pendakwah yang kerap tampil di program dakwah televisi Damai Indonesiaku.
Di tengah sorotan yang mengarah kepadanya, Syekh Ahmad Al Misry belum memberikan bantahan atau klarifikasi secara langsung.
Alih-alih menjawab tudingan tersebut, ia justru mengunggah pesan bernuansa religius di akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahannya, ia menyinggung kerasnya fitnah yang diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri.
“Dibilang lagi puasa, tapi pada makan bangkai saudaranya,” tulis Syekh Ahmad Al Misry dalam unggahan di media sosial pribadinya, yang dikutip Sabtu (14/3/2026).
Ia juga mengingatkan tentang keyakinannya terhadap keadilan Tuhan.
“Besok di mahkamah Allah kita berjumpa, dan di sanalah keadilan akan ditegakkan,” tulisnya dalam unggahan lain.
Unggahan tersebut langsung memancing reaksi warganet. Kolom komentar akun media sosialnya dipenuhi pertanyaan dan desakan klarifikasi terkait kabar yang mengaitkan dirinya dengan inisial SAM dalam laporan tersebut.
Sejumlah pengguna media sosial meminta penjelasan langsung dari sang pendakwah untuk meredam spekulasi yang terus berkembang.
Kasus ini diperkirakan masih akan berkembang seiring proses penyelidikan yang tengah berlangsung di Bareskrim Polri serta kemungkinan munculnya keterangan tambahan dari pihak korban maupun terlapor. (***)

