Penyuluh Agama Pinrang Diminta Melek Digital dan Adaptif Global

Penyuluh Agama Pinrang Diminta Melek Digital dan Adaptif Global

SUARATA || Lapalopo, Pinrang – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pinrang menggelar pertemuan konsolidasi pada Rabu (08/04/2026) di Masjid Darussalam, Kecamatan Mattiro Bulu, guna memperkuat sinergi dan mendorong transformasi digital penyuluh di tengah dinamika global. Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan arah gerak penyuluh agama di Kabupaten Pinrang agar lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

“Sinergitas menjadi kunci utama dalam menjalankan program kepenyuluhan. Semua penyuluh agama harus saling menguatkan dan berkolaborasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar H. Muhammad Idris Usman.

Saat ini, penyuluh agama di Kabupaten Pinrang tersebar di berbagai kecamatan dan menjadi ujung tombak dalam pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Kakan Kemenag Pinrang juga menyoroti dinamika global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, yang turut memengaruhi kebijakan pemerintah, termasuk di lingkungan Kementerian Agama Pinrang.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian, salah satunya melalui efisiensi penggunaan fasilitas dan sumber daya agar program tetap berjalan optimal.

“Kondisi global saat ini menuntut kita untuk ikut menyesuaikan diri. Salah satunya dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan fasilitas kantor,” jelasnya.

Selain penguatan sinergi, penyuluh agama juga didorong untuk aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran informasi positif.

“Semua penyuluh agama wajib memiliki media sosial. Gunakan platform tersebut untuk menyebarluaskan program-program Kementerian Agama serta konten-konten yang menyejukkan,” tegasnya.

Selama ini, program kepenyuluhan di Kabupaten Pinrang mencakup berbagai kegiatan strategis, seperti pembinaan keluarga sakinah, penguatan moderasi beragama, literasi keagamaan, hingga penyuluhan zakat dan wakaf.

Langkah ini dinilai penting agar penyuluh tidak hanya hadir secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menjangkau ruang digital sebagai medan dakwah baru yang semakin luas.

Kakan Kemenag juga menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan representasi Kementerian Agama di tingkat kecamatan, sehingga dituntut mampu menjadi teladan.

“Penyuluh Agama adalah wakil Kementerian Agama di kecamatan. Karena itu, harus mampu memberikan teladan, baik dalam sikap maupun tampilan diri yang mencerminkan etika dan adab yang baik,” tegasnya.

Ketua IPARI Kabupaten Pinrang, Muhammad Tayyeb Kasim, menyebutkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antar penyuluh.

“Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan langkah penyuluh agama agar lebih solid dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Imran Achmad, Kepala KUA Kecamatan Mattiro Bulu, Alamsyah Sa’ban Miru, serta staf pelaksana dari Tim Bimas Islam.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Kabupaten Pinrang.

Ke depan, penguatan sinergi dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu membawa peran penyuluh agama lebih progresif, tidak hanya hadir secara konvensional, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat di ruang digital sebagai bagian dari transformasi dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. (***)

Bagikan: