Pemuda 22 Tahun Tewas Tabrak Bus Damri di Tinambung Polman
SUARATA, POLMAN – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Katitting, Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (15/04/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Seorang pemuda bernama Akil (22) tewas di lokasi setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan bus Damri.
Peristiwa tragis tersebut melibatkan sepeda motor Suzuki Satria hitam tanpa plat yang dikendarai korban dengan bus Damri Hino putih bernomor polisi DD 7743 AC yang dikemudikan Habibi Amrullah Putra (30).

Berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor yang dikendarai Akil melaju dari arah Polewali Mandar menuju Majene dengan kecepatan sedang. Saat melintas di wilayah Katitting, kendaraan tersebut tiba-tiba bertabrakan dengan bus yang datang dari arah berlawanan.
Benturan keras tidak dapat dihindari sehingga korban terpental di badan jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, Akil mengalami luka serius pada kaki dan tangan, serta pendarahan dari hidung dan telinga. Wajah korban juga mengalami cedera parah hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, pengemudi bus Habibi Amrullah Putra dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada kedua kendaraan.
Sepeda motor korban mengalami kerusakan berat atau ringsek, sedangkan bagian lampu depan dan bemper bus Damri dilaporkan pecah.
Kerugian materi akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Dua saksi yang berada di sekitar lokasi, yakni Anto (21) warga Desa Buttu Pamboang dan Aben (27) warga Desa Tandung, mengaku kecelakaan terjadi sangat cepat.
“Saya mendengar suara benturan keras, lalu melihat motor terpelanting di jalan,” ujar Anto.
Personel Unit Lantas Polsek Tinambung segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
Kasat Lantas Polres Polewali Mandar IPTU Hafym Rasydin, S.Tr.K mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pada malam hari.
“Kami menghimbau seluruh pengendara agar selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas, terutama pada malam hari. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang melintasi jalur Trans Sulawesi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu dini hari saat jarak pandang terbatas.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan adanya faktor lain yang memicu peristiwa tragis tersebut. (***)

