Tindaklanjut Hasil Live In, YLP2EM Dampingi LBK-KK Uji Coba Mekanisme Penanganan Kekerasan dan Perlinsos
SUARATA.Com,PAREPARE–YLP2EM mitra BaKTI dalam program Inklusi melakukan penguatan Layanan Berbasi Komunitas (LBK) Kelompok Konstituen (KK), di Kelurahan Watang Bacukiki, pada Rabu (10/9/2025).
Melalui penguatan itu, YLP2EM mendampingi LBK-KK untuk uji coba mekanisme penanganan kasus kekerasan dan perlindungan sosial (perlinsos) yang terjadi di masing-masing Kelurahan tersebut.

“Kita lakukan pendampingan kepada LBK-KK untuk uji coba mekanisme penanganan kasus kekerasan maupun perlinsos di Kelurahan. Ini menjadi tindaklanjut kami setelah sebelumnya YLP2EM melakukan Live In dengan pemangku Kelurahan Watang Soreang dan Kelurahan Watang Bacukiki,” kata Koordinator Program Inklusi YLP2EM-BaKTI, Abdul Samad Syam.
Samad menjelaskan, LBK-KK dalam kegiatan itu memeragakan serangkaian tindakan yang dilakukan, ketika ditemukan warga yang sedang mengalami masalah kasus kekerasan, serta respon laporan warga yang membutuhkan pendataan untuk mendapatkan perlindungan sosial.
“Selain untuk uji coba mekanisme penanganan, mentoring ini juga dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pendamping LBK-KK dan stakeholder dalam penanganan kasus kekerasan dan perlinsos di tingkat Kelurahan,” ujarnya.
Selain itu, sambung Samad, melalui pendampingan tersebut, ia berharap dapat menjadi langkah konkret dalam mendorong terbitnya SK Lurah, tentang mekanisme penanganan kasus kekerasan dan perlinsos di tingkat Kelurahan.
“Kita harapkan juga kegiatan ini bisa lebih mempermudah SK Lurah tentang mekanisme penanganan itu terbit. Yah kami juga mendokumentasikan hasil Live-in ini sebagai pembelajaran staf lembaga dan program, dalam melakukan pendampingan dan pengorganisasian masyarakat kedepannya,” jelas Samad.
Dia berharap, setelah pendampingan ini LBK-KK maupun pihak kelurahan benar-benar memahami setiap mekanisme yang harus dilakukan, dalam menangani kekerasan dan perlinsos.
“Kita ingin memastikan semuanya berjalan sesuai harapan, LBK-KK paham mekanismenya, masyarakat pun mendapatkan pelayanan dan penanganan yang layak dan solutif,” jelasnya.(*)

