Peringatan Maulid DDI Patobong 2025: Spirit AG. KH. Ambo Dalle dan Pesan Akhlak dari Prof Hannani

Peringatan Maulid DDI Patobong 2025: Spirit AG. KH. Ambo Dalle dan Pesan Akhlak dari Prof Hannani

SUARATA || Patobong, Pinrang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Addariyah DDI Patobong berlangsung khidmat pada Sabtu, 22 November 2025. Lebih dari 400 santri dan masyarakat menghadiri acara yang menghadirkan Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag, sebagai pembawa hikmah.

Peringatan Maulid yang dilaksanakan di Lapangan PPMU Patobong ini mengangkat tema “Mencintai Rasulullah SAW dengan Meneladani Akhlak serta Mengaplikasikan Ilmu dan Ajarannya”. Acara dihadiri Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Kasi Bimas Islam, Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI), pimpinan pondok pesantren, para Kepala Madrasah, serta Camat Mattirobulu.

Spirit ajaran AG. K.H. Ambo Dalle—ulama karismatik pendiri jaringan pesantren DDI—terasa kuat mewarnai jalannya acara. Nilai perjuangan dan keikhlasan beliau disebut menjadi sumber inspirasi bagi seluruh rangkaian maulid.

Dalam hikmahnya, Prof. Hannani menegaskan bahwa akhlak adalah fondasi utama pembentukan generasi berilmu.

“Meneladani Rasulullah SAW bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam akhlak dan kepedulian sosial. Generasi berilmu terlihat dari sikapnya, bukan hanya dari banyaknya tulisan di buku,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memuliakan orang tua sebagai bagian dari pembentukan akhlak.

“Jangan sampai rajin ikut pengajian, tapi di rumah membuat orang tua gelisah. Itu berarti akhlaknya masih perlu diperbaiki,” tegasnya.

Dengan humor khasnya, beliau membuat suasana menjadi lebih hangat.

“Rajin Maulid itu bagus, tapi kalau pulang masih enggan membantu orang tua, berarti akhlaknya masih perlu di–upgrade,” ucapnya, disambut tawa hadirin.

Prof. Hannani juga menekankan pentingnya sedekah dan zakat sebagai penyuci harta dan penjaga keturunan.

“Sedekah itu membersihkan harta. Harta yang bersih akan menghadirkan anak-anak yang baik. Kalau mau masa depan anakmu cerah, bersihkan dulu hartamu,” tuturnya.

“Zakat dan sedekah akan lebih berkah jika disalurkan ke pondok, masjid, dan lembaga pendidikan Islam.”

Menutup hikmah, beliau mengingatkan tiga amal yang terus mengalir meski seseorang telah meninggal.

“Pertama, ilmu yang bermanfaat. Kedua, anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Ketiga, sedekah jariyah—termasuk membantu pondok dan lembaga pendidikan.”

Rangkaian kegiatan seperti pembacaan maulid, lantunan syair, dan penampilan santri menambah kekhidmatan acara.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Hannani, M.Ag. Doa penutup tersebut membuat suasana semakin syahdu dan penuh keberkahan.

Kepala MA Manbaul Ulum DDI Patobong, sekaligus panitia kegiatan, Ibu Hartati, menyampaikan apresiasinya.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang pembinaan akhlak bagi santri dan masyarakat. Nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW inilah yang terus kami tanamkan,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi 1447 H di PPMU Patobong tidak hanya menjadi ajang memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga momentum membangun karakter santri dan masyarakat. Kegiatan ini diprediksi akan terus menjadi agenda besar tahunan yang memperkuat ukhuwah serta nilai keislaman di Kabupaten Pinrang.

 

Bagikan: